Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 November 2012

Syair Sufi : " Malam "



Bintang Di Langit Gemerlapan
Orang Telah Bertiduran
Pintu-Pintu Telah Ditutup
Pecinta Telah Menyendiri

Ketika Aku Ada Di Hadirat-Mu
Sampai Fajar Menyingsing
Siang Segera Menampakkan Diri
Aku Gelisah Soal Amalanku

Bila Diterima Aku Bahagia
Bila Ditolak aku Sedih
Demi kekuasaan-Mu
Kau beri Aku kehidupan
Jangan Usir Aku Dari Pintu-Mu
Aku Tak akan Pergi Karena Cintaku Kepada-Mu
    Telah Memenuhi Lorong Hatiku.
(Rabiah Al-Adawiah)

Syair Sufi : " Ikuti Jalan "




Jangan Membicarakan Kepiluanmu Karena Dia Yang Berbicara
Jangan Mencari-Nya Karena Dia Yang Mencari

Dia Bahkan Merasakan Sentuhan Kaki Semut
Bila Batu Dibawah Air Bergerak Dia Mengetahui

Jika Ada Cacing Di Bebatuan
Dia Tahu Tubuhnya, Lebih Kecil Dari Atom
Suara Do'anya, Dan Maksudnya Yang Tersembunyi

Dia Tahu Melalui Pengetahuan Ilahiah-Nya
Dia Memberi Cacing Makanannya
Dia Telah Menunjukkan Kepadamu Jalan Ajaran.
(Hakim Jami, Seorang Sufi Yang Jenius)

Syair Sufi : " Tangis "




Tumpulnya Mata ... Lemah Lunglainya Tulang
Berlalulah Cita-Cita ..... Manakala Dirimu Tahu

Tentang Semua Ini
Bila Dirimu Menangis
Orang Yang Telah Berlalu ...  Merataplah Kepada-Nya

Yang Memberi Hidup
Tangisilah Dirimu Dengan Sejadi-jadinya
Jika Kamu Ingin Menangis
(Mansur Bin Amar)

Syair Sufi : " Cobaan "



Tuhanku, Selagi Engkau Tidak Murka Kepadaku
Aku Tak Akan Pedulikan Cobaan Dan Penderitaan

Walau Bagaimanapun Pertolongan-Mu Lebih Luas
Aku Berlindung Dengan Nur Wajah-Mu

Yang Menerangi Tujuah Langit
Menyinari Kegelapan
.....
Aku Berlindung Dari Kemurkaan-Mu

(Rabiah Al-Adawiyah)

Jumat, 09 November 2012

Syair Sufi : " Dzat "






Wahai Dzat Yang Dengan  Berdzikir Kepada-Mu

Jinaklah Hati Setiap Hamba

Engkau Satu-Satunya Dzat Yang Menjadi Harapan
Merindukan-Mu

Malam dan Zaman Lenyap
Cinta Kasih-Mu Segar
Terasa Sejuk Dalam Kalbu
              (Dzun Nun Al-Misri)

Jumat, 10 Agustus 2012

PUISI : Sang Penabur Dosa ......



langkahmu menyenangkan hidupmu
menyentuh seluruh tubuh, hati, dan jiwamu
mengumbar nafsu tiada henti
mengikuti alur kehidupan yang bergelimang dosa
hingga lupa ... lupa diri, ... lupa tuhanmu
hanya sesaat berlalu saja
namun terasa ....
seakan hidup selamanya

Ingatlah, engkau diincar sang waktu
umurmu membatasi langkahmu
karena usia tidak akan lebih dari yang engkau kira

dosamu menghambat kehidupanmu
karena sang iblis membisikkan kenikmatan mencicipi dosa

dan kematian menanti kedatanganmu, karena
peristiwa kematianmu akan menemui dirimu dengan janji yang telah diperjanjikan padamu

jiwamu menemui kesulitan dan kesusahan
karena para syeitan, jin, dan bisa jadi sang iblis berebut menuntut upah yang telah mereka lakukan atasmu
yaitu upah bagi mereka yang telah menghembuskan ....
.... segala kenikmatan hidup tatkala engkau hidup di dunia
yang tiada pernah kau sadari.

Masih ada waktu 'tuk kembali pada-Nya
pintu ampunan terbuka sangat luas.

sungguh, dan ingatlah selalu ...

kasihanilah jiwamu dan jangan sia-sia kan jiwamu
sebab jiwamu akan menanggung beban berat atas segala kegiatan fisikmu.

moga ... engkau diberi hidayah ....
hidayah dari Tuhanmu, Sang Pencipta Alam Semesta. Allah SWT.